Koramil 08/PC Kodim 0204/DS Pantau Jembatan Perintis Putus Akibat Naiknya Debit Sungai Ular di Desa Celawan



 SERDANG BEDAGAI – Personel Koramil 08/Pantai Cermin (PC), Kodim 0204/Deli Serdang, melakukan pemantauan terhadap peristiwa putusnya jembatan perintis di Dusun III, Desa Celawan, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (29/10/2026).

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.30 WIB akibat meningkatnya debit air Sungai Ular. Derasnya arus sungai yang membawa material kayu menyebabkan tumpukan sampah kayu di lantai jembatan, sehingga tekanan aliran air mengakibatkan jembatan perintis tersebut putus.

Satu Jembatan Perintis Putus

Berdasarkan laporan awal, kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan satu unit jembatan perintis yang berada di Dusun III, Desa Celawan.

Hingga informasi ini dihimpun, tidak terdapat laporan korban jiwa. Namun, putusnya jembatan tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu akses dan aktivitas masyarakat yang menggunakan jalur tersebut.

Debit Sungai Ular Terus Meningkat

Berdasarkan kondisi terakhir yang dilaporkan, debit air Sungai Ular masih menunjukkan peningkatan. Kondisi ini perlu diwaspadai karena derasnya arus sungai berpotensi menimbulkan dampak lanjutan di sekitar aliran sungai dan infrastruktur yang berada di dekatnya.

Personel Koramil 08/PC melakukan pemantauan situasi sebagai bagian dari upaya mengetahui perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta mendukung langkah penanganan lebih lanjut bersama pihak terkait.

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Masyarakat Desa Celawan, khususnya warga yang beraktivitas di sekitar Sungai Ular, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area jembatan yang telah putus.

Warga juga diharapkan tidak memaksakan diri melintasi jembatan maupun mendekati arus sungai yang deras. Apabila debit air terus meningkat, masyarakat diminta mengikuti arahan aparat dan pemerintah setempat demi menjaga keselamatan bersama.

Koramil 08/PC Kodim 0204/DS terus mendukung pemantauan kondisi wilayah serta koordinasi dengan unsur terkait guna mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan akibat meningkatnya debit Sungai Ular.

TNI Hadir untuk Rakyat — Tanggap Bencana, Peduli Keselamatan Masyarakat.

Koramil 04/SBB Kodim 0204/DS Bersama Polri dan Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Biru-Biru



 DELI SERDANG – Personel Koramil 04/SBB Kodim 0204/Deli Serdang bersama personel Polsek Biru-Biru, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Deli Serdang, dan masyarakat bergotong royong membersihkan material tanah longsor yang menutupi jalan utama penghubung Desa Biru-Biru menuju Desa Sarilaba, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan pembersihan dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2025, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Longsor terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan tebing di sekitar jalan mengalami longsor dan material tanah menimbun badan jalan.

Kegiatan ini dilakukan untuk membantu memulihkan akses transportasi masyarakat serta mengantisipasi dampak lanjutan akibat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan.

Pembersihan Material Longsor Dilakukan Secara Manual

Hingga kegiatan berlangsung, proses pembersihan material tanah longsor masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan berupa cangkul dan sekop.

Personel gabungan bersama masyarakat terus berupaya menyingkirkan material yang menutupi badan jalan sambil menunggu dukungan alat berat dari BPBD Kabupaten Deli Serdang untuk mempercepat proses penanganan.

Akibat kejadian tersebut, akses jalan utama dari Desa Biru-Biru menuju Desa Sarilaba untuk sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat belum dapat melintas dengan normal karena sebagian badan jalan masih tertutup material longsor.

Dihadiri Danramil, Kapolsek, dan Unsur Pemerintah Kecamatan

Kegiatan gotong royong tersebut dihadiri Danramil 04/SBB Kapten Arm M. Syahmadani Damanik, Kasi Trantib Kecamatan Biru-Biru Rohim, Kapolsek Biru-Biru AKP Indra Kristian Tamba, serta Kepala Dusun I Desa Biru-Biru Paksa Horizino Ginting.

Turut terlibat personel Koramil 04/SBB, personel Polsek Biru-Biru, pekerja Dinas PU Kabupaten Deli Serdang, serta masyarakat Desa Biru-Biru dan Desa Sarilaba.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut merupakan bentuk sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membantu mengatasi dampak bencana alam di wilayah Kecamatan Biru-Biru.

Warga Diimbau Waspada terhadap Longsor Susulan

Berdasarkan kondisi di lapangan, cuaca terpantau mendung dan masih berpotensi turun hujan. Tingginya curah hujan juga meningkatkan risiko terjadinya longsor susulan di wilayah Kecamatan Biru-Biru, khususnya pada area tebing yang rawan mengalami pergerakan tanah.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk berhati-hati ketika melintasi jalur tersebut, tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi jalan membahayakan, serta mengikuti arahan petugas di lokasi.

Pengguna jalan juga diharapkan mempertimbangkan jalur alternatif apabila tersedia dan memastikan informasi kondisi jalan terkini sebelum melakukan perjalanan.

TNI Hadir Membantu Masyarakat

Melalui kegiatan gotong royong ini, Koramil 04/SBB Kodim 0204/DS menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat menghadapi bencana alam serta mendukung percepatan penanganan dampak longsor.

Koordinasi bersama Polri, Dinas PU, BPBD, pemerintah kecamatan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pembersihan material sehingga akses jalan utama Desa Biru-Biru menuju Desa Sarilaba dapat kembali digunakan dengan aman.

TNI Hadir untuk Rakyat — Bersama Rakyat Mengatasi Kesulitan.

Koramil 19/BP Kodim 0204/DS Pantau Banjir dan Tanah Longsor di Serdang Bedagai dan Deli Serdang

 


DELI SERDANG – Personel Koramil 19/Bangun Purba (BP), Kodim 0204/Deli Serdang, melaksanakan pemantauan bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Deli Serdang akibat tingginya curah hujan.

Bencana tersebut dilaporkan terjadi pada Rabu, 28 Oktober 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Hujan dengan intensitas cukup tinggi mengakibatkan genangan banjir di sejumlah permukiman warga, tanah longsor yang menutup jalan desa, serta kerusakan fasilitas umum.

Wilayah terdampak meliputi Dusun VI Desa Tarean dan Dusun II Desa Kulasar, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai, serta Dusun VII dan Dusun VIII Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang.

Puluhan Kepala Keluarga Terdampak Banjir

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, banjir berdampak pada puluhan kepala keluarga di dua desa. Rinciannya, sebanyak 30 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Desa Mabar dan 15 KK di Desa Kulasar.

Selain genangan banjir, bencana tersebut juga mengakibatkan kerusakan ringan pada sejumlah rumah warga. Tercatat tiga KK di Desa Mabar dan satu KK di Desa Kulasar mengalami kerusakan rumah kategori ringan.

Hingga laporan awal disusun, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi. Dapur umum dan posko bencana juga belum tersedia di lokasi terdampak.

Tanah Longsor Tutup Jalan Desa dan Jembatan Gantung Rusak Berat

Dampak bencana tidak hanya dirasakan oleh warga yang terdampak banjir. Di Desa Tarean, Kecamatan Silinda, Kabupaten Serdang Bedagai, material tanah longsor menutup akses jalan desa sehingga mengganggu mobilitas masyarakat.

Sementara itu, di Desa Pamah dilaporkan terjadi kerusakan berat pada jembatan gantung yang merupakan salah satu fasilitas umum masyarakat.

Kerusakan infrastruktur tersebut menjadi perhatian dalam upaya penanganan bencana, terutama untuk memastikan keselamatan warga dan mendukung kelancaran akses transportasi setelah kondisi memungkinkan.

Koramil 19/BP Berkoordinasi dengan Pemerintah dan BPBD

Sebagai langkah penanganan, Komandan Koramil 19/BP melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna mendukung penanganan dampak banjir dan tanah longsor di wilayah terdampak.

Di lapangan, Babinsa turut membantu kegiatan pembersihan material dan lingkungan yang terdampak bencana. Upaya tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat serta mengurangi dampak yang menghambat aktivitas sehari-hari.

Koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam penanganan bencana, termasuk pendataan kerusakan, pemantauan kondisi wilayah, serta penentuan langkah lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.

Masyarakat Diimbau Tetap Waspada

Mengingat bencana dipicu oleh tingginya curah hujan, masyarakat di wilayah terdampak diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan.

Warga juga diharapkan menghindari jalan yang tertutup material longsor dan tidak menggunakan jembatan gantung yang mengalami kerusakan berat sampai kondisinya dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Koramil 19/BP Kodim 0204/DS bersama pemerintah kecamatan dan BPBD terus mendukung upaya penanganan bencana serta membantu masyarakat menghadapi dampak yang ditimbulkan.

Melalui koordinasi dan semangat gotong royong, diharapkan proses penanganan dapat berjalan dengan baik sehingga kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat segera pulih.

TNI Hadir untuk Rakyat — Tanggap Bencana, Peduli Sesama.

Koramil 21/TJ Kodim 0204/DS Pantau Bencana Tanah Longsor di Desa Sepinggan, Akses Jalan Provinsi Terganggu

 


DELI SERDANG – Personel Koramil 21/TJ, Kodim 0204/Deli Serdang, melakukan pemantauan bencana alam tanah longsor yang terjadi di Desa Sepinggan, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Bencana tersebut dipicu oleh intensitas curah hujan yang sangat tinggi sehingga mengakibatkan tebing mengalami longsor dan material tanah menutupi akses jalan provinsi yang menghubungkan Kecamatan STM Hulu dengan Kecamatan Gunung Meriah. Kejadian ini menghambat arus lalu lintas masyarakat yang melintasi jalur tersebut.

Selain mengganggu akses transportasi, longsor juga dilaporkan berdampak pada satu rumah warga di Dusun III, Desa Sepinggan.

Tiga Warga Terdampak

Berdasarkan data yang dihimpun, warga yang berkaitan dengan lokasi terdampak antara lain:

  1. Joni Pranata Saragih, Sekretaris Desa (Sekdes) Sepinggan, beralamat di Dusun III, Desa Sepinggan.

  2. Aripin, petani, beralamat di Dusun III, Desa Sepinggan.

  3. Alvaro, petani, beralamat di Dusun III, Desa Sepinggan.

Hingga pemantauan dilakukan, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerugian yang tercatat dalam laporan awal. Pendataan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan dampak bencana terhadap warga dan tempat tinggal di sekitar lokasi.

Babinsa Berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan Warga

Sebagai langkah awal penanganan, Babinsa Koramil 21/TJ berkoordinasi dengan kepala desa dan masyarakat setempat untuk melakukan gotong royong serta memasang tanda peringatan di badan jalan.

Tanda peringatan sementara dibuat menggunakan karung goni yang diisi tanah sebagai penanda bagi pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat mendekati lokasi longsor.

Babinsa bersama aparat desa juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi jalan terdampak dan potensi terjadinya longsor susulan akibat curah hujan yang masih tinggi.

Cuaca Masih Gerimis, Masyarakat Diminta Waspada

Berdasarkan kondisi terakhir yang dilaporkan, wilayah Kecamatan STM Hulu masih diguyur gerimis. Situasi secara umum terpantau aman dan terkendali, meskipun akses jalan provinsi masih mengalami gangguan akibat material longsor.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di sekitar tebing yang rawan longsor, berhati-hati ketika melintasi jalur terdampak, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Koramil 21/TJ Kodim 0204/DS terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait guna mendukung penanganan bencana dan menjaga keselamatan masyarakat.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu penanganan bencana alam, memperkuat kesiapsiagaan warga, serta mendukung pemulihan akses dan aktivitas masyarakat.

TNI Hadir untuk Rakyat — Tanggap Bencana, Peduli Keselamatan Masyarakat.

Koramil 02/KTL Bersama Masyarakat dan Dinas PU Bersihkan Material Longsor di Desa Suka Dame

 


DELI SERDANG – Personel Koramil 02/Kutalimbaru (KTL) bersama masyarakat dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Deli Serdang melaksanakan gotong royong membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan di Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 10.00 WIB hingga selesai ini dilaksanakan menyusul tingginya curah hujan yang mengakibatkan tebing longsor dan menutup sejumlah akses jalan penghubung antardusun.

Pembersihan difokuskan pada dua titik, yakni ruas jalan Dusun II Namo Rindang menuju Dusun IV Urung Lingga serta ruas jalan Dusun V menuju Dusun IX Desa Suka Dame.

Kegiatan tersebut dihadiri Danramil 02/KTB Kapten Inf Eka Maryuda, Kepala Desa Suka Dame Pinten Manik, para kepala dusun, masyarakat setempat, serta unsur terkait yang terlibat dalam penanganan bencana.

Dua Ruas Jalan Terdampak Longsor

Berdasarkan pendataan di lapangan, longsor berdampak pada dua wilayah dengan rincian sebagai berikut:

1. Dusun II Namo Rindang menuju Dusun IV Urung Lingga

Material longsor menutupi badan jalan dan menghambat aktivitas masyarakat. Sebanyak 45 kepala keluarga (KK), atau sekitar 200 jiwa, terdampak akibat terganggunya akses transportasi. Hingga kegiatan berlangsung, tidak terdapat laporan korban jiwa.

2. Dusun V menuju Dusun IX

Longsor juga mengakibatkan akses jalan penghubung Dusun V menuju Dusun IX terganggu. Sebanyak 40 KK, atau sekitar 120 jiwa, terdampak akibat kejadian tersebut. Tidak terdapat laporan korban jiwa di lokasi ini.

Dengan demikian, berdasarkan data sementara, total masyarakat yang terdampak di kedua ruas jalan tersebut mencapai sekitar 85 KK atau 320 jiwa.

TNI, Masyarakat, dan Dinas PU Bersinergi

Sebagai langkah penanganan awal, Babinsa Koramil 02/KTB bersama aparat desa dan masyarakat melaksanakan gotong royong untuk membersihkan material longsor secara manual.

Sejumlah peralatan digunakan dalam kegiatan tersebut, di antaranya cangkul, sekop, dan mesin senso. Pembersihan dilakukan untuk mengurangi material yang menutup badan jalan sambil menunggu dukungan alat berat dari BPBD Kabupaten Deli Serdang.

Keterlibatan personel TNI, masyarakat, dan unsur pemerintah daerah merupakan bentuk sinergi dalam membantu mengatasi kesulitan warga serta mempercepat penanganan dampak bencana alam.

Danramil 02/KTB Kapten Inf Eka Maryuda bersama unsur terkait turut mendukung upaya penanganan di lapangan agar proses pembersihan dapat berjalan sesuai kondisi dan tingkat keamanan lokasi.

Akses Jalan Belum Dapat Dilalui Kendaraan

Hingga laporan disusun, akses jalan pada kedua titik terdampak masih belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat karena material longsor masih menutupi badan jalan.

Kondisi cuaca terpantau mendung dan berpotensi kembali turun hujan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan, terutama apabila intensitas hujan meningkat.

Warga juga diimbau menghindari lokasi tebing yang rawan longsor dan tidak memaksakan diri melintasi jalur terdampak sebelum kondisi dinyatakan aman oleh petugas.

Utamakan Keselamatan dan Percepatan Penanganan

Koramil 02/KTB bersama pemerintah desa, masyarakat, dan instansi terkait terus mendukung langkah penanganan longsor di Desa Suka Dame. Koordinasi juga diperlukan untuk mendukung pengerahan alat berat sehingga material yang menutup badan jalan dapat segera ditangani.

Melalui semangat gotong royong dan kepedulian bersama, diharapkan akses transportasi masyarakat dapat segera dipulihkan setelah proses pembersihan selesai dan kondisi jalan dinyatakan aman untuk dilalui.

TNI Hadir untuk Rakyat — Bersama Rakyat Mengatasi Kesulitan.

Koramil 22/GM Bersama Masyarakat Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Desa Ujung Meriah

 


DELI SERDANG – Personel Koramil 22/GM bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan kegiatan gotong royong membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan di Dusun I, Desa Ujung Meriah, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan pembersihan dilaksanakan pada Kamis, 29 Oktober 2025, mulai pukul 01.00 WIB hingga selesai. Longsor terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengakibatkan tebing di sekitar jalan mengalami longsor dan menutup akses penghubung dari Dusun I menuju Dusun II.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Danramil 22/GM Kapten Kav Sudurno, bersama Kepala Desa Ujung Meriah Budiman Tarigan, para kepala dusun, serta masyarakat Desa Ujung Meriah.

Akses Jalan Belum Dapat Dilalui Kendaraan

Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi, material longsor yang menimbun badan jalan menyebabkan akses transportasi dari Dusun I menuju Dusun II belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Dampak kejadian tersebut dirasakan oleh sekitar 65 kepala keluarga (KK), atau kurang lebih 150 jiwa. Hingga kegiatan penanganan berlangsung, tidak terdapat laporan korban jiwa akibat peristiwa longsor tersebut.

Terhambatnya akses jalan menjadi perhatian bersama karena jalur tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Personel TNI dan Masyarakat Lakukan Gotong Royong

Sebagai langkah awal penanganan, Babinsa Koramil 22/GM bersama aparat desa dan masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor secara manual.

Pembersihan dilakukan dengan menggunakan sejumlah peralatan, antara lain cangkul, sekop, dan mesin senso, guna membantu mempercepat proses penanganan di lapangan.

Selain melaksanakan pembersihan, personel bersama pemerintah desa terus memantau kondisi lokasi dan menunggu dukungan alat berat untuk membantu proses pembersihan material yang menimbun badan jalan.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kesulitan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana alam.

Warga Diimbau Tetap Waspada

Hingga laporan disusun, kondisi cuaca di wilayah tersebut terpantau mendung dan masih berpotensi turun hujan. Potensi terjadinya longsor susulan perlu diwaspadai, khususnya apabila intensitas hujan kembali meningkat.

Masyarakat diimbau untuk sementara menghindari jalur yang terdampak longsor, tidak mendekati tebing yang rawan mengalami pergerakan tanah, serta mengikuti arahan aparat dan pemerintah desa demi keselamatan bersama.

Koramil 22/GM bersama pemerintah desa dan masyarakat terus berupaya melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan, dengan harapan akses jalan dapat segera dibersihkan dan kembali digunakan setelah dinyatakan aman.

Melalui semangat gotong royong dan sinergi antara TNI dengan masyarakat, diharapkan penanganan dampak longsor dapat berjalan dengan baik serta membantu memulihkan aktivitas warga Desa Ujung Meriah.

TNI Hadir untuk Rakyat — Bersama Rakyat Mengatasi Kesulitan.

Koramil 05/BK Bersama Polri dan BPBD Pantau Perkembangan Banjir di Batang Kuis, Air Mulai Surut

 


DELI SERDANG – Personel Koramil 05/Batang Kuis (BK) bersama Polsek Batang Kuis, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deli Serdang, dan pemerintah setempat melaksanakan pemantauan perkembangan situasi banjir di wilayah Kecamatan Batang Kuis, Kamis (29/12/2026), pukul 09.30 WIB.

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini wilayah terdampak, memastikan keselamatan masyarakat, serta mengoordinasikan langkah penanganan banjir di Desa Sena dan Desa Tumpatan Nibung.

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Batang Kuis AKP Surahman, Danramil 05/BK Lettu Inf Amrul, Wakapolsek Batang Kuis Iptu K.Z. Lubis, Sekretaris Kecamatan Batang Kuis Juliadi, Kepala Desa Tumpatan Nibung Sarianto, Babinsa Desa Tumpatan Nibung Serka Afrizal, Bhabinkamtibmas Aiptu IP Siahaan, personel Polsek Batang Kuis sebanyak tujuh orang, personel Koramil 05/BK sebanyak tujuh orang, empat personel BPBD, serta para kepala dusun Desa Tumpatan Nibung.

Banjir di Desa Sena, Ratusan Rumah Tergenang

Berdasarkan hasil pemantauan, banjir di Desa Sena berdampak pada Dusun II dan Dusun III dengan ketinggian air berkisar 50–60 sentimeter. Jumlah rumah tangga terdampak tercatat sebanyak 300 KK di Dusun II dan 300 KK di Dusun III.

Luapan air berasal dari aliran Sungai Blumai Dalu X. Warga yang terdampak dievakuasi ke Masjid Nurul Hidayah di Dusun II dan III untuk mengantisipasi risiko akibat genangan air.

Hingga pemantauan berlangsung, tidak terdapat laporan korban jiwa maupun pengungsi yang tercatat secara resmi. Dapur umum dan posko banjir juga belum tersedia di lokasi tersebut. Meski demikian, kondisi air dilaporkan mulai berangsur surut.

Desa Tumpatan Nibung, Pengungsi Mendapat Penanganan

Sementara itu, banjir juga menggenangi sejumlah dusun di Desa Tumpatan Nibung, meliputi Dusun V, Dusun VI, dan Dusun VII. Ketinggian air tercatat berkisar 40–60 sentimeter.

Berdasarkan data pemantauan, rumah tangga terdampak meliputi sekitar 400 KK di Dusun VII, 400 KK di Dusun Vb, dan 35 KK di Dusun VI.

Sebanyak 150 orang dilaporkan mengungsi akibat banjir. Di lokasi ini, dapur umum dan posko kesehatan telah tersedia untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak. Hingga laporan diterima, tidak terdapat laporan korban jiwa, sedangkan posko banjir belum tersedia.

Kondisi air di wilayah Desa Tumpatan Nibung juga dilaporkan mulai surut. Sebagian kecil warga telah kembali ke rumah masing-masing untuk melihat kondisi tempat tinggal mereka.

TNI, Polri, dan BPBD Bersinergi dalam Penanganan Banjir

Dalam upaya penanganan bencana, Danramil 05/BK melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan guna mendukung langkah penanganan di wilayah terdampak.

Babinsa turut membantu kegiatan pembersihan selokan di dusun serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Tumpatan Nibung dan Pemerintah Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, untuk mendukung penanganan dampak banjir.

Selain itu, BPBD Kabupaten Deli Serdang menyiapkan satu unit perahu karet sebagai sarana pendukung apabila diperlukan dalam proses evakuasi maupun penanganan warga terdampak.

Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan unsur masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan banjir serta membantu memenuhi kebutuhan warga selama masa pemulihan.

Utamakan Keselamatan Masyarakat

Meskipun kondisi air mulai surut, masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap waspada terhadap kemungkinan perubahan debit air. Warga juga diimbau mengikuti arahan petugas serta memastikan kondisi rumah dan lingkungan aman sebelum kembali beraktivitas seperti biasa.

Koramil 05/BK bersama unsur terkait terus mendukung koordinasi dan langkah penanganan di lapangan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat dan upaya membantu pemulihan kondisi wilayah pascabanjir.

TNI Hadir untuk Rakyat — Tanggap Bencana, Peduli Sesama.